
copas : TOM JON
Jika Aku Punya Uang 1 Milyar kawan, aku akan meninggalkan pekerjaanku yang sekarang, aku akan pergi ke kampung tempat aku lahir dan memborong tanah 7 hektar milik warga sekitar. Kemudian membeli 3000 batang bibit karet unggul dan 1000 batang karet lokal yang akan ku jejalkan di tanah terjanji itu. Kemudian aku akan membuat pondok 10x7 meter 2 latai disana. Pondok yang terbuat dari kayu kayu bulat yang tak digerus dengan mesin. Membuat kebun jagung dan sayuran organik disekeliling rumah. Menanam tumbuhan holtikultura agar kebunku jauh dari gangguan hama.
Jika Aku Punya Uang 1 Milyar kawan, aku sudah dipastikan tak akan mau menanam sawit di kampungku. Kebetulan ada beberapa teman dekatku menjadi aktivis WALHI. Kalau aku menanam sawit pupuslah sudah persahabatan ku dengan mereka. (Bukankah ditinggal sahabat sangat menyakitkan kawan?).
Jika Aku Punya Uang 1 Milyar kawan. Aku akan sangat senang kembali ke kota sejenak, mencari kamera SLR idamanku (nikon D90), agar saat tinggal di kampung aku bisa mendokumentasikan orang-orang yang punya mimpi sederhana disana. Agar aku bisa belajar bijaknya orang-orang desa dengan tanpa bertanya, cukup memotret saja. Karena selama ini aku lebih banyak belajar dari foto-foto yang kubuat.
Jika Aku Punya Uang 1 Milyar kawan, saat singgah sejenak di kota, aku tak ragu mencari orang yang ingin menggadaikan Fender Stratocoaster American Delux buatan tahun 80an kebawah, plus efect dari 14 rangkaian stombox, 1 unit amply marshal, seperangkat tama drum set, 1 unit fender jazz bass, 1 buah mixer dengan bar memadai, 1 korg tipe lama 4 box sound besar. Alat-alat itu juga menjadi bagian misiku memasyarakatkan rock n roll dan merock n roll kan masyarakat, agar orang-orang di kampungku tak lagi kebanyakan mendengarkan lagu-lagu alai yang cemen. Lagu-lagu yang cuma mengobral cinta imitasi dan tolol. Agar orang-orang sadar, sebenarnya orang kampung tak begitu suka lagu dangdut (Sebenarnya mereka berjubel di konser dangdut karena erotisme para penyanyi perempuannya). Aku yakin aku bisa merubah selera musik, setidaknya anak muda di kampungku (Buktinya sepupuku kini sudah suka rock n roll seperti aku).
Jika Aku Punya Uang 1 Milyar kawan, rekan-rekanku di the Brenkseks akan ku ajak ngejam 3 hari sekali di studio rumahku yang sederhana itu, agar para anak muda di kampungku tahu kalau kenikmatan ‘wild’ itu tak hanya didapat dari menegak tuak 8 gelas tiap malam, tapi cukup memainkan rock n roll dengan ekspresif. Agar mereka tahu meratapi kesedihan dan penatnya beban hidup tak hanya bisa diceritakan dalam arak tanak (arak yang disuling dengan kayu bakar), kepedihan itu juga bisa digerus hanya dengan memainkan blues, (tak perlu terlalu jago memainkannya, cukup dengan penghayatan).
Jika Aku Punya Uang 1 Milyar kawan, aku akan membeli sebuah mobil pick up sederhana yang mampu menembus rusak beratnya jalan ke kampungku, rencananya akan kupakai untuk akomodasi misi rock n roll ku dan mengangkut karet hasil sadapan warga sekitar. Dengan mobil itu pula rencananya akan kupakai untuk mengajak anak-anak es de di sana berkeliling camping ke hutan-hutan disekitar desa, agar mereka bisa merasakan nikmatnya hidup sejenak lepas dari beban mereka selama ini.
Jika Aku Punya Uang 1 Milyar kawan, aku akan membeli streo set secukupnya, untuk mendukung misi rock n roll ku, yang akan kugunakan untuk memutar The Brandals dan The Sigit dkk saban pagi, Erick Clapton dkk saban siang, level 42 setiap sore, rancak melayu serantau menjelang petang dan slank dkk malam hari. Itu pun kalau pak kades, perangkat desa dan tetua adat tak keberatan.
Jika Aku Punya Uang 1 Milyar kawan, aku juga berencana membeli satu set meja Billyar, yang konon harganya cuma 15 jutaan. Aku berencana mengajarkan kompetisi tanpa judi di sana, agar orang-orang yang kalah pun bisa tetap tertawa. Aku akan mengkampanyekan sabung ayam yang jadi hiburan mereka selama ini sama sekali tak menarik dan terlihat tolol (Bukankah mereka lebih baik adu panco ketimbang menyabung hewan-hewan bodoh itu?).
Jika Aku Punya Uang 1 Milyar kawan, aku akan dengan senang hati juga membangun mini bioskop Misbar (kalau gerimis bubar), agar warga di desa ku bisa menonton film-film Tom Hanks, Nicolas Cage, John Travolta, Mel Gibson, Jet Lee, Dony Yen, Toni Jaa, Leonardo Dicaprio, Mila Jovovic, Hugh Jackman, Johny Deep, dan film-film besutan Mira Lesmana dkk. Agar orang-orang dikampungku tak lagi menonton sinetron-sinetron yang juga cuma jual cinta para orang kaya yang gila harta, mertua bengis dan menantu penyabar (yang juga tolol, padahal sudah dijalimi berkali-kali tapi masih sok sabar). Agar orang-orang dikampungku tak lagi menonton sinetron-sinetron norak yang menjual tahayul tentang cerita lagenda basi yang diangkat lagi dengan menjual special efect yang tak kalah tolol dengan si pembuatnya. Atau sekalian aku memasang jaringan tv kabel di sana, agar cakrawala luasnya dunia ini juga bisa diketahui warga kampungku.
Jika Aku Punya Uang 1 Milyar kawan, aku akan memasang jarigan internet di rumah ku yang sederhana itu, agar para sepupu dan kerabat ku juga bisa punya email, punya facebook, dan memberi kesempatan mereka untuk tweet Barak Obama—presiden kesohor itu.
Jika Aku Punya Uang 1 Milyar kawan, aku tentunya tak akan berminat menjadi pegawai negeri (abdi negara) yang konon katanya kalau masuk mesti keluar duit 35 juta untuk tamatan SMA seperti ku dan 65 juta untuk lulusan S1. Kalau benar kondisinya seperti itu, ngapain juga coba jadi PNS, udah ngeluarin duit puluhan juta, datang kekantor juga masih harus manut-manut disuruh motocopy (mendingan ongkang-ongkang kaki menjalankan misi rock n roll). Mendingan uang puluhan juta itu untuk menambah modalku membuka kios sembako di kampung.
Oh ya kawan, Jika Aku Punya Uang 1 Milyar, aku juga akan mengajak pacar ku yang sekarang menikah, dan menghasutnya untuk menjalani hidup bersamaku dikampung itu. Kami akan punya anak 5 orang yang dijadwalkan keluar dengan edisi terbatas tiap 2 tahun sekali. Maklumlah kawan, dikampung tak begitu banyak hiburan duniawi, wajar kiranya hiburan paling indah adalah bercengkrama dengan istri yang setia (Disamping misi rock n roll tentunya). Tapi kawan, kalau pacar ku menolak, ya terpaksa dipending dulu nikahnya sampai Ia sadar bahwa dikampung juga berprospek.
Kawan, Jika Aku Punya Uang 1 Milyar, tentunya emak dan bapakku tak lagi bekerja membanting tulang, mereka cukup ikut bersamaku menikmati ketenangan di kampung. Aku pastikan merka tak akan menolak. Adik ku juga tinggal menyelesaikan kuliahnya dan mencari suami baik-baik, kalau ia tak keberatan, akan ku ajak juga tinggal di kampung yang tenang itu kawan.
Sayangnya, sampai hari ini aku belum tahu dari mana bakal datang 1 Milyar itu kawan. Dengan pekerjaanku yang sekarang, uang satu Milyar hanya mungkin dicapai dalam 53 tahun setengah—kalau menunggu itu tentunya aku sudah jompo kawan. Sebenarnya aku ingin mencari pekerjaan lain biar cepat kaya, tapi sayangnya Tuhan tak memberi aku multy talenta, bakatku sebenarnya hanya ada di pekerjaanku sekarang. Mau tak mau aku bertahan sementara dengan bekerjaan yang memeras otak ini kawan, meski hasilnya tak sebanding resiko (malah jauh panggang dari api), nyatanya aku cukup menikmatinya.
Biarlah sementara ini cuma menjadi angan-angan, toh belum ada UU, PP, Kep Men, Perda atau perbub sekalian yang melarang kita bermimpi. Jadi, semua mimpi itu bakal kuwujutkan Jika Aku Punya Uang 1 Milyar kawan
Tulisan yang bagus, boleh minta kontaknya mas?? saya mau ada perlu sama mas, kirim kontaknya mas yah ke email saya miftahulfathony@gmail.com, terimaksih, di tunggu yah mas
BalasHapus