
Kejadian ini bermula ketika secara tak sengaja aku berpapasan dengan tukang bakso keliling yang biasa beredar di depan rumah. Siang itu, kulihat dia tengah berasyik di pinggir jalan, cekikikan sambil melihat sesuatu yang ada di tangannya. Bahkan saking asiknya, gerobak mie ayam itu ditinggalkannya begitu saja, seakan mengundang pemulung jail untuk memanfaatkan segala kekayaan yang ada didalam gerobak yang jika ditaksir BANK tidak akan lebih dari Rp 300 ribu
karena langganan dan penasaran, kuhampiri dia
"Mas ndo…. (panggil saja demikian, karena dia sering dipanggil wondo sama pelanggannya
"mas .. beli bakso harge 3000 kasi kuah yang banyak plus mie kuning dan putih banyakin juga, oya bulatanya kasi bonus ya ..\(baca: lapar tapi duit pas-pasan)
Lagi ngapa tanyaku selembe…..
"Eh mas ganteng...( satu hal yang aku suka dari Wondo adalah : Orangnya suka bicara Jujur…ehem!!!),
Ni mas Nok, lagi update status!!..."
WADEZIG…GUbruk (baca: suara hati..)!!
"weehhh... mas ndo fesbukan juga to??" tanyaku heran
"Ya iyalah mas... hareee geneee ga fesbukan?!.. . Lagian kan lumayan juga buat menjaring pelanggan lewat fesbuk.//
kata pak Hermawan Kertajaya (baca: Ekonom Top Indonesia) dalam berdagang kita harus selalu melakukan diferensiasi termasuk dalam hal pemasaran mass.. "
GLEK!! (rasa disambar petir hatiku…)
mungkin karena menghabiskan waktu liputan aku sampai tak tau ternyata Hermawan Kerta Jaya ternyata seorang Ekonom. Yang kutau sekarang adalah KETARO JAYO itupun Motor Bandung pengangkut getah Kulat dari JOngkong Kepontianak
"emang mas ndo statusnya apa?" tanyaku penasaran
"nih mas aku bacain : Promo Bakso Mas Wondo, beli dua gratis satu mangkok, beli tiga gratis nambah kuah, beli empat gratis timbang badan... takutnya anda obesitas... segera saya tunggu di gang Wisata Baning, 50 meter dari Akper SIntang. Bakso Mas Wondo : Melayani dengan Hati... ampela, usus dan jeroan serta berbagai rasa Bakso lainnya.."
GUBRAK!!.........&*#@#@!!!!^%%^^ Dua kosong untuk mas Wondo....
saya sendiri sudah lama fesbukan Cuma untuk interaksi dengan kawan-kawan Atopun syering, tapi tidak sehebat wondo yang telah memainkan system market melalui iklan gratis di jejaring fesbuk, dan ternyata system ini sukses menembus pasar, dan menurut pengakuan wondo jika dibandingkan dengan pola marketing pemukulan mangkok seperti beberapa tahun lalu ternyata kurang efektif.. belum lagi kerugian ketika mangkok itu pecah karena dipukul terlalu keras karena emosi (baca: bakso yang tidak laku )
coba bayangkan kalo saya harus iklan dikoran kapuas post, tribun pontianak, ato di tipinya mas berapa yang harus saya bayar mendingkan pake fesbuk
Namun naluri journalis tak hengkang begitu mudah karena kalah dengan seorang tukang bakso..
kulirik ke henpon yang dia pake aku kira henponnya blekberi atau minimal nokia seri baru yang uda bisa pake internetan. Selidik punya selidik, ternyataa... henponnya lawas bin jadul... HP yang masih monokrom, suara belum poliponik, dan masih pake antena luar kayak radio AM
"mas, tapi kok bisa update fesbuk pake henpon sederhana gitu? (baca : pola bahasa halus ala jornalis) Gimana caranya??
"Owwh.. gampang mas, saya tinggal nulis statusnya lewat SMS lalu kirim dengan Tri? jawab dia datar
"Ohh.. mas nya pake Kartu Three ya? Yang gratis internetan itu?" tapikan disintang kartu Tri belum ada signal
" Bukaaaan mas, Tri itu lengkapnya Tri Ambarwati... Dia itu pacar saya, sama-sama dari Tegal, yang kerjaannya jagain Warnet 24 Jam! Jadi kalo butuh update, tinggal sms dia aja nanti dia yang gantiin status saya, Lha wong dia tiap hari di depan komputer jagain warnet. Paling sebagai balesannya saya gratisin mie ayam seminggu sekali... murah to... jika disbanding harus kewarnet mas nok yang kudu bayar 3000 se-jam"
Du@@rRRRR…..hancur hatiku……
Mendadak kepalaku pusing, kecerdasannya bertambah karena selain efektivitas marketing ia juga menggunakan system minimalisasi biaya dengan memanfatkan tenaga seorang pacar, bayangkan betapa murahnya jika semangkok bakso ternyata bisa digunakan untuk update status setiap saat….
Bagaikan menderita dehidrasi akut pluss hipotermia tingkat tiga, aku limbung mendengar jawaban spektakuler dari mas wondo... BRUK!!
"lho mas.. mas... jadi beli bakso ndak...kepriben iki?"
MAU UPDATE STATUS GRATIS PAKE TRI
MAU???
Tidak ada komentar:
Posting Komentar