Selasa, 07 Agustus 2012

jam tangan dan ketenangan

Ada sebuah kisah tentang anak muda pencari kayu bakar yang mendapatkan kenang-kenangan jam tangan dari sahabatnya. Saking sayangnya dengan jam tangan tersebut kemanapun dia pergi, jam tangan tersebut selalu dipergunakannya. Pada suatu hari pemuda tadi mencari kayu bakar bersama teman-temannya yang lain di hutan. Sangking sibuknya mengayunkan kapak pada batang kayu besar, tak sadar jam tangan pemuda tadi terlepas dan jatuh. Sontak diapun bingung dan berusaha mencarinya. Bahkan teman-temannya yang lain juga ikut serta membantu mencari jam tangan tersebut. Dibolak-baliknya bagian kayu itu sampai menjadi lapang. Namun sampai beberapa lama mereka mencari jam tangan tersebut tidak berhasil ditemukan. Akhirnya mereka pasrah dan meninggalkan pemuda itu seorang diri. Disaat pemuda tadi termenung, tiba-tiba datang seorang anak kecil yang sejak tadi memperhatikan mereka. Anak kecil tersebut kemudian bertanya. “Ada apa gerangan, dan apa yang dicari oleh anda dan teman-teman anda tadi” Pemuda tadi menjawab, “Kami sedang mencari jam tangan, jam tangan tersebut sangat berharga bagi saya karena jam itu adalah pemberian dari sahabat saya. Namun kami tidak berhasil menemukannya” Anak kecil tadi langsung terdiam sejenak, dia kemudian mendekatkan telinganya di sekitar lokasi tempat jam tangan tersebut jatuh. Tak butuh waktu lama anak kecil tadi menemukan jam kesayangan anak muda. “Ini jam tangannya” Pemuda itupun girang, karena jam tangannya berhasil ditemukan. Namun dia merasa heran mengapa anak kecil tersebut bisa dengan cepat menemukan jam tangannya. “Apa yang kamu lakukan wahai anak kecil, sehingga dengan mudah menemukan jam tangan saya, padahal kami tadi sudah melakukan pencarian kesana kemari namun tidak berhasil” “Saya hanya butuh ketenangan, kemudian saya mendengarkan suara detak jam yang bergerak, setelah saya mengetahui keberadaannya saya baru mengambilnya” kata anak kecil tadi. Pelajaran berharga dari seorang anak kecil tadi adalah, terkadang seseorang memilih jalan cepat untuk menyelesaikan persoalan, dengan cara yang terburu-buru, namun hasil yang didapat justru tak seperti yang diharapkan. Padahal hanya dengan sedikit ketenangan kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan. Dan sesungguhnya waktu yang tenang untuk menyelesaikan masalah itu sebenarnya adalah pada saat malam hari, disaat sebagian orang tertidur nyenyak kita bertahajud dan memohon kepada Allah untuk membantu mengatasi masalah kita. Maka Allahpun akan segera memberikan jalan keluar terhadap masalah yang kita hadapi. Allah sendiri mengatakan, dalam Alquran, “Wahai orang-orang yang berselimut bangunlah pada seperdua malam, atau kamu kurangi dari seperdua malam itu, dan bacalah al-quran secara berlahan-lahan sesungguhnya kami akan mengatakan perkataan yang berat, Sesungguhnya bangun pada waktu malam itu lebih khusuk dan bacaan diwaktu malam itu lebih berkesan, sesungguhnya kamu di waktu siang mempunyai urusan yang banyak, Sebutlah nama Robbmu, dan beribadahlah kepadanya dengan penuh ketekunan” (Qs: Almuzamil 1-8) Dalam ayat lain Allah berfirman: “Dan sebagian malam bertahajudlah kamu sebagai ibadah tambahan bagimu semoga Allah mengangkat ke tempat yang terpuji” (qs al-Isra ayat 79) Saudaraku yang dicintai Allah, mengapa kita harus mengadu kepada orang lain jika Allah adalah sebaik-baiknya tempat mengadu. Mengapa kita harus meratapi nasib dan menyesali keadaan yang telah terjadi, padahal dibalik semua itu pasti aka nada suatu yang yang luar biasa. Mulai detik ini, mulai saat ini mari kita sama-sama berusaha mendekatkan diri dengan Sang Pemilik Hidup, apalagi saat ini masih bulan ramadhan, manfaatkan dengan sebaik mungkin ramadhan yang tersisa tinggal beberapa hari ini. Mudah-mudahan kita termasuk hamba yang dirahmati oleh Allah SWT. (**)

DUA LINTING GANJA

Astafirullah, bulan ramadhan temanku justru membuat aku mebuat ide tentang artikel seperti selinting ganja, awalnya ku berfikir spontan tentang tanaman yang banyak ditemui di aceh itu, tanaman yang bisa melambungkan pemakainya kedunia penuh senyum, kedunia yang penuh makna pada saat sipamakai menggunakannya, tanaman dengan hitungan ganjil disetiap tangkainya, tanaman yang memiliki gigi gergajo disetiap helainya,/// Setelah mendengar semua keluh kesah yang ada padanya aku dipaksa untuk membuat kesimpulan yang belum tentu benar, dan bisa saja salah karena ini persoalan hati,.// Oya temanku itu adalah orang yang kuceritakan dulu pada artikel kebodohan atau taqdir I dan II, ku punya kesempatan untuk bertemu dengannya dan kuketahui dia bernama "NN", pertemuannya membuat aku sendiri bingung ternyata dia sendiri cukup dekat denganku secara emosi karena apa karena boleh dibilang temanku NN memiliki porsi dan pemikiran yang sama, dimana aku dan NN tidak bisa terganggu sedikit fikiran pada saat bicara atau bekerja, yachh,,, kita berdua mungkin adalah pemikir yang kuat (hehehe) tapi juga memiliki mental yang lemah. Menurut NN saat bertemu dengan ku di salah satu mall di pontianak, dia seperti sedang menghisap selinting ganja yang diberikan oleh teman dekatnya, atau boleh juga dibilang diberikan madu, atau apalah namanya. Apa yang diberikan itu memang manis tapi sampai berapa lama ia bertahan, dan sama saja menurutnya ganja yang diberikan itu memang asik, tapi sampai berapa lama, atau dia sendiri bingung yang diberikan itu madu ataukah racun. "Intinya saya diijinkan untuk mengaliri dan menjalani benda yang aku tak tahu madu atau racun, jujur jika kuturuti emosi hati benda itu madu, manis indah dan akan dikerubungi semut semut jantan". Ungkap NN. "Tapi masalahnya, sampaikapan madu itu bisa dinikmati, atau sejauh mana madu itu bisa bersama aku dengan kondisi yang seperti ini," kt NN "Maczud lohhhhhh," kataku lebai. " Gini bro, madu itu disodorkan orang yang sangat dekat denganku..., lantas mungkinkah aku harus menolak, dan kalau aku tolakpun aku masih mencari selinting ganja itu,..." Katanya berkias. Kalimat kiasan itu sudah dapat kupahami, apalagi setelah NN bercerita panjang kali lebar. Gini bro, ganja itu adalah ganja terindah terindah yang sudah 3 kali aku lihat (bukan 1 kali ) dan sungguh ganja itu bagiku sangat berharga, tapi bukankah aku sudah punya selinting ganja yang sudah bisa membuat aku terbang. " Jadi maksudmu kamu perlu 2 ganja layaknya sayap supaya kamu bisa terbang tinggi " kataku menyela. Kamu salah ujar NN, ganja bagiku tetap ganja, salahkah jika aku ingin memiliki 2 gitar indah? " NN,,,!!! Maaf kamu ssalah besar jangan samakan gitar dengan ganja, krn ganja itu racun..tapi racun yang bisa membuat hatimu bahagia,!!!" "Maaf"...........!!! Terusn,,,,,!!! ganja itu dimana mana sama, tapi tidak tau kenapa aku suka ganja yang disodorkan itu, jujur aku tak bisa menolak, tapi hatiku berteriak, aku takut kehilangan ganja yang sudah kumiliki saat ini, " Akh,,, pikiran lo gimana, lo mau ganja lama, atau ganja baru yang disodorin itu," sergah ku agak emosi. "Gini bro aku mau ganja itu tapi aku belum tau "rasanya" ganja itu, bisakah?? ganja itu "sama" dengan ganjaku saat ini." Katanya keras. Aku terdiam dan mengajaknya bergeser kehotel kapuas palace tempat ku menginap kala itu, berdua dengannya cukup membuat ku menghapus kesendirian di kota khatulistiwa. " Bro biasanya kalau dikota ini kamu ditemani para sohib mu kenapa sekarang tidak " katanya menyentakkan aku yang sedang memandang sayu kolam buatan tangan yang cukup apik. " Aku lagi malas saja, lagipun ku ada site job yang harus kuselesaikan tanpa mereka, jobnya sih lumayan, tapi kita liat saja nanti." Kataku, lantas bagaimana sambungam cerita "ganja tadi"??? Bro, kamu tahulan ganja itu racun? Ya, trus? Tapi ganja itu sangat asik dan membahagiakan jika dipakai dengan teratur dan jika tak teratur maka hancurlah "tubuh"mu. "Aku faham itu, nyaris sama seperti obat kok," kataku. " Nah itu dia... Ganja yang sudah kupunya itu adalah penguat dan obat bagiku karena pemakaian dan dosis yang teratur, namun ganja kedua ini aku belum tau pasti, apakah ganja ini adalah ganja penghancur atau justru menjadi penguat bagiku,"" inilah masalahnya.,... Aku diam!!! Kalimat itu membuat aku teringat sesuatu!!! Teringan pada kasus sabatku sebut saja "A*I", kehidupannya hancur lantaran dia tak mampu mengkontrol 2 linting ganja kering dan kehancuran itu persis baru 1 bulan ia rasakan setelah ia "nikmati" ganja baru yang diperkenaalkan oleh temannya pula..... "Bro kamu pasti mikirin si A*I kan? Dia beda dari ganja A*I jauhhhhh,,, tlg jangan samakan..." It's oke, what you thinking about my ...? Kataku. :ahaahahah,,, bukannya kita punya gaya dan pemikiran hampir sama walau kadang bertentangan???? Kalau aku diposisi mu, aku akan diam tapi tak menghindar, dan akan lari jika dikejar,,, ucapku sambil masih memelototi kolam tanpa ikan. "Maksudmu...? Bro,,, kita tak tau takdir kita, danb kita tak tau kebodohan apa yang akan kita lakukan, atau kita juga tidak tau, apakah nanti takdir akan menjadi kutukan, yang jelas dari semua yang kamu paparkan GANJA ITu MEmANG INDAH, tapi GANJA iTU RACUN yang bisa membuat kamu tersenyum tapi juga bisa membuat kamu menderita? "Jadi kesimpulannya adalah jalani saja kalau itu taqdir dan segera pergi jika itu bukan taqdirmu," katta ku. Tapi, ini bukan pilihan bro....! itu bener, tidak ada pilihan untuk ganja yang indah itu, tapi cukup jalani saja oke??? "Berat bro.." "Apa yang berat " " Sebab aku tak mau kehilangan ganja yang kumiliki saat ini," Lho bukannya ganja pertama yang menyodorkan padamu, ?? "Ia ganja itu disodorkan karena keinginannya untuk membuat aku tersenyum, tapi bagai mana nanti perasaan ganja itu..."? "Bukannya dia iklas," tanyaku " Secara lahiriah iya tapi dihati siapa yang tau???" Lagi lagi aku diam!!! Jam sudah menunjukkan pukul 4 sore, aku sudah mulai gelisah untuk segera bertemu dengan seorang rocker disintang sana hehehe. " bro help my lah, ganja itu sekarang ada dihotel ini, tapi jangankan batang hidungnya, kelingkingnyapun aku tak pernah melihat, komunikasiku hanya blackberry massanger dan itupun hanya 3 jam sekali," kata NN Whattttttt....!!!!! Are you crazy, kataku. "ya buat apa ku bohong, aku memang disodorkan ganja, oleh ganjaku, tapi au tak tau apakah ganja itu mau "kuhisap" Lantas apa kesimpulan mu"? Tanyanya padaku... Meski bulan puasa dan aku muslim berat beban temanku itu membuat aku pusing juga, asap rokok yang mengepul seakan menjadi saksi tuhan bahwa aku tidak puasa. " Kembali ke kesimpulan awal, jangan lari jika dikejar, jangan menjauh ketika dihampiri," kataku sembari meninggalkannya ditepi kolam yang tak berikan itu,,................ End

LINTING GANJA IDAMAN