Kamis, 02 Agustus 2012

DUIT SETAN DIMAKAN JIN III

Jakarta kala itu bukanlah kota yang aneh, meski hiruk pikuk gemerlap dunia malam baru dikenal dengan berbagai problemanya. Disudut lain ketakutan atas persoalan yang kuhadapi tetap hantui kemana saja kupergi, apalagi hampir disetiap 50 meter aku diawasi seseorang kemanapun itu. Ah masa bodo, ini jakarta cing,,,,, oleh sesoran yang juga asli kalimantan hanya beda kabupaten kudiajaknya mengetahui inci demi inci kota jakarta dan kesimpulannya dikota itulah semua hasil keringat si jelata terbuang, dikota itulah apa yang dikerjakan didesa dihabiskan. Sudut sudut kota hingga kali jodo kutongkrongi termasuk ruang2 PSK yang "main berasal terpal" waww menantang adrenalin memang tapi menakutkan bagi ku, batapa tidak berapa ribu kuman atau virus yang hinggap ditubuhnya karna "main sambil bersandar dibesi tua kereta". 3 bulan dijalani tanpa arah tapi tanpa kekurangan hingga ku jengah juga dengan kehidupan seperti itu, bahkan uang yang ada terkuras habis. Berfikir keras untuk kembali dengan selamat membuatku harus. Berfikir panjang hingga tergagaslah sebuah ide yakni membuat sebuah pembuktian nyata dan menyeret si pengacam untuk hengkang dari kota kelahiranku. Berbagai upaya kulakukan hanya dalam tempo 1minggu hingga ia pun dimutasi ke ujung indonesia. Ingat sekali ku ketika batavia terbang melintasi kalimantan saatku pulang. " Pulauku aku kembali padamu, walaupun tak ada lagi sepeser uang kubawa pulang" (duit setan dimakan jin) habis

DUIT SETA MAKAN JIN II

Melintasi sebuah kota yang kulihat berpapan plang (SHIBU CITY) mobil terhenti disebuah bank internasional, kurang dari 20 menit si tinggi besar yang akhirnya kuketahui berstatus SAMSENG (orang suruhan) membawa sebuah amplop coklat dan menaruhnya dipangkuanku yang cuma bisa diam. "Ini cik, anggap saja saye beli kaset cik" Tanpa ragu kuberikan dia kaseet yang sudah kutukar dengan kaset kosong, tapi disitulah gobloknya si samseng, kaset yang diberi langsung diinjak hingga hancur, dan berkata "Dan bile dah macam ni maka usailah kisah kita " Ketakutan baru kurasa setelah ia berkata demikian, mobil kembali berjalan kencang ditengah kota dan dengan senyum kemenangan dia pun bercerita tentang sebuah hotel yang biasa ia fasilitasi untuk penginapan pejabat2 dari indonesia, (anjink..kata hatiku) Teringat kalimat saat menginjak kaset yang kuberikan "Dan bile dah macam ni maka usailah kisah kita " Ketakutan kembali hantui dan tanpa berfikir panjang ku bilang padanya. "Cik, tlg antarkan saya ke kedutaan besar karna pasport saya tak ada dan saya datang kesini atas perintah pemerintah republik indonesia " (padahal gak ada perintah) Mendengar yang kuucap sang samseng kecut dan seperti ada raut ketakutan dari wajahnya yang sangar. "Cik, cik sini ialajh tamu saya, jadi tak usahlah, nanti cik saya antar ke gate entikong dan saya akan urus semua dan cik tak perlu kekedubes, keselamatan cik saya jamin," katanya. "Apa jaminannya" "Jaminannya adalah N******G," hemm, kutau nama yg disebutkan itu adalah nama petinggi oknum hijau. ok kataku, tapi saya nak pinjam talipon nak talipon orang, diberikannya hape canggih padaku dan ku telp seseorang, minimal dengan harapan ada yang tau jika terjadi sesuatu padaku. Singkat cerita, aku diantar ke gate indonesia malaysia, dan by by... Menginjak tanah indonesia ku tarik napas panjang tanda mardeka, tak lupa kubuka sebuah amplop coklat ternyata berisi uang 20 ribu ringgit, dan jika dikalkulasikan dengan rupiah pada saat ini nominalnya mencapai 40 juta rupiah, cukup fantastis pada waktu itu. 2 hari setelah itu meski kuterima uang dari sang rampok kasus tetap kupublikasikan kl tak salah kusiarkan di LATIVI al hasil kasus geger sejumlah petinggi polri dan TNI seperti seterikaan bolak balik jakarta entah karna apa kutak tau. Selanjutnya ku dipanggil seorang jendral melalui telp, singkat cerita dia minta semua data dan siap membackup jika ku diancam. Merasa dibela ku buka semua kisah yang kutemui dilengkapi data lapangan dan mengejutkan, sang jendral angkat telp dan berkata. "Bang si wartawan skrg ada didepan saya, datanya lengkap," Sialan, yg ditelponnya ternyata org yang terlibat dengan kasus itu, dan tanpa babibu aku langsung keluar ruangan. belum sepuluh langkah hape jadulku berbunyi diujung sana berkata" eh kau, kalau mau hidup hentikan semua, atau kau akan aku karungi." Tepat dugaanku jaringan tingkat tinggi bermain, untung ada seorang oknum yang kuselamatkan dan siap membantuku, dengan diberikan sedikit modal bernilai wah, kuputuskan untuk aku menghilang dari kalimantan,... Bersambung,,,,

DUIT SETAN DIMAKAN JIN

Sepanjang perjalanan hidup kita tak pernah tau kapan, bagaimana, dan dengan siapa kita akan menghadapi bahaya,. Bermula dari perjalanan berkenalan dengan sejumlah jendral berposisi "staf" humas di MABES POLRI melalui seorang teman yang tak perlu kusebut namanya ku kembali ditawarkan sebuah media yang cukup kredibel meski terbit mingguan, tapi nama besar polri yang terpampang dimedia itu membuat siapapun narasumber akan bergetar jika punya masalah, dan jika tak punya masalah narasumber akan "sengkumang" lantaran namanya akan dimuat di sebuah majalah nasional dan bakal di baca para jendral. Tugas pertama kala itu cukup berat, membongkar sindikat pelaku illegal loging. Dengan modal sendiri ketelusuri berbagai jejak dari sejumlah kabupaten dikalimantan barat hingga mata yang belo ini tertuju disebuah daerah yang waktu itu masih menjadi kabupaten baru yakni MELAWI. Pengembaraan bermula dari hal terkecil sampai hal terbesar dan disana diketahui pemain kakap adalah petinggi polres, petinggi TNI, politisi hebat yang saat ini duduk dikursi empuk DPR-RI. Sialan kataku, pantasan mereka mampu beli mobil rumah real estate kekayaan berlimpah dll. Dari situ rupanya, asemm, celakanya semua yg mereka buat adalah ILEGAL dan menjual jabatan dan menginjak-injak kekayaan rakyat jelata, hutan dilibas, rakyat adat ditindas. Asli waktu tu pikiran masih idealis, kugoncang semua apa yang kutemui dan hasilnya sejuta ancaman memenuhi handphone berantena seperti HT saat itu,ada yang ancam bunuh, ada yang nawarkan uang achhh macam2lah, (seingatku tu tahun 2000-) Sampai pada satu ketika seluruh jajaran militer dikejutkan dengan pergantian pejabat POLRI yang anti illegal logging, sluruh jajaran kepolisian yang "bermain" kalang kabut, ada yang dicopot bahkan, tapi sayang yang dicopot adalah pejabat polisi sekelas kapolsek (kasian) Seorang petinggi polisi berpangkat KOMBeS yang sudah tau gerak gerikku dalam membongkar I'll mendekatiku dan bicara dari hati kehati, persis masih terngiang ditelinga "Dek, tolong bantu abang, abang sekarang terancam oleh sibintang satu, atas kecurigaannya abang bermain di kasus I'll" Karana posisinya kukenal dekat dan cukup akrab akhirnya kucoba mengikuti maunya, kubuat polemik di tubuh loreng dengan sejumlah bukti bukti otentik keterlibatan oknum pentinggi itu, bahkan sejumlah alat berat pengangkut kekayaan adat berhasil ku jepret dengan kamera butut dan cmcorder berkaset VHS, selanjutnya, masih dengan modal sendiri ku arahlan kaki ke perbatasan indonesia malaysia yang juga terjadi penebangan gila-gilaan, wahhhhh... Penat berjalan kaki selama 12 jam seakan langsung terobati ketika persis digaris batas kutemui peralatan caggih milik perampok negeri jiran yang meluluh lantakkan hutan perbatasan. "Anjing.." Kataku Kurang dari 20 menit ku record semua kegiatan gelap itu, dan menit ke 21 seseorang bertubuh kekar menangkapku dari belakang, dan menarikku masuk kedalam mobil dengan sebuah pistol levorper diletakkan di dasbor mobil. " Cik, saye dah dapat kabar soal bile bile ari kedatangan cik, tapi saye nak cakapkan bahwasanya cik adalah tamu saya bukan musuh saya, sebab tu, sile cik lepaskan identity dan lepaskan casset recording di kamera tu," katanya sambil mengambil pistol didasbor dan menyelipkannya dipinggang,.. Karena ku di didik oleh lingkungan keras,tak sedikitpun ada rasa takut walau pistol itu terisi penuh dengan mesiu. Dalam hitungan detik kucabut kaset dari dalam camcorder dan kugantikan dengan kaseet kosong, " Kl anda mau ini kuberi tapi apa yang bisa anda beri untuk saya,.." Sambil senyum lebar si tinggi besar yang ku ketaui sebagai samseng berkata, "sudahlah cik, saye mengerti orang indonesia itu boleh kite hatur," Mobil landcruser putih terus meluncur, dan kulihat sepanjang jalan hanya tumpukan kayu yang mungkin bernilai jutaan dollar, tapi sayang itu hasil rampokan dari negriku sendiri.... Bersambung

kampungku jadi medern edan

Signal mungkin adalah salah satu kunci sebuah teknologi, terbukti kampungku yang dulunya hanya mengenal radio dengan siaran2 malaysia kini sudah bisa melek tipi, kampungku yang dulu hanya mengennal ssb radio sebagai sarana komunikasi ke kecamatan sekarang sudah kenal handphone (BB pulak tu). Disudut gertak (jembatan disepanjang kampung) sekelompok pemuda yang dulunya kukenal sebagai remaja masjid kini sibuk dengan hape blacksenter bersms dan bertelpon ria dengan sang kekasih yang jadi TKI, dan dipojok lain tepat dihalaman rumah aji dolah seorang wanita tersenyum sendiri sambil memelototi BB gemini yang dibeli second dari koko asiong. Suasana ini jelas jauh berubah, gemuruh jembatan warga menuju masjid jelang shalat isya kini benar2 senyap. Yang tertinggal justru suara azan yang tenggelam oleh suara gitar anak2 nongkrong menyanyikan lagu sang legendaris OMA IRAMA . "Deru perubahan, penggema menggelora, sebagai tuntutan dan kehidupan..jreng..jrenbg..." Kurang lebih begitulah petikan lagunya. Ooo Nox (panggilan) bila lo dateng? Kata seseorang memanggilku diantara kumpulan pemuda lg asik ngumpul, hmmm,,, kl dulu ku disabut dengan kalimat ooo no bila kula'k datang, ngandau boh, kita ngancur gula kupi baru bkisah,.. Kondisi kini jauh beda (itu baru dari cara memanggil yg sudah terkontaminasi sinetron2 ditipi), Ooo nox gabung ma kita2" kata mereka Maaf mas bro bukannya kagak ngehargai loe dateng tapi lagi nanggung ni.. (Sambil nyekak botol bir buatan malaysia, maklum kampung deket sama malaysia) Duduk santai mengikuti kisah (ampor) terkuaklah sebuah sejarah bahwa kampung itu beubah sejak warganya berkenalan dengan TILIS (tiang listrik) ataupun sudah kena si jack (tambang emas murah meriah dengan hasil wah tapi berdampak wah pula) Kalimat pembuka kata yg dulunya, apakabar nuan ju kini sudah berubah jadi " lo mau pake es ato langsung tegak botol," ( asrafirullah,walaupun sebenarnya suka juga. Dulu saat berkumpul sama teman teman dikampung kita selalu bercanda tentang wanita muslimah yang kita temui saat kita bertemu usai taraweh, tapi sekarang saat berkumpul ceritanya malah soal vi'ar atau hostes yang nangkring dikaraoke atau pub dijakarta, aduh kukira dunia memang sudah terjungkir. Tak adalagi bahasa akai dai, saat saat terinjak malah sudah berubah menjadi aduh sakit banget,,, teman2 kampung yang dulunya culun dengan kopiah kumal sekarang sudah berganti dengan jeans dan baju ketat nyaris KW. Sebuah pemikiran singkatku berkesimpulan, ini akibat ulah teknologi yang tidak siap diterima dikampungku. Alhasil masjid yang dulunya FULL SAP kini tinggal 2 baris itupun diisi orang2 jompo, sementara anak-anak muda sibuk berdandan ala kota dan para wanita sibuk bermain perasaan seperti sinetron yan tak jelas kapan tamatnya, yang jelas dunia akan tamat dalam waktu dekat. Sory bro " kataku , lo tau gak kapan hari kiamat... Tau man... (sambil memetal-metalkan jari) Kiamat itu bakal terjadi 2013 gue lihat di yutub, tapi loe tenang aja, panitianyakan kita kita juga nyantai cing piss, katanya mabok dan langsung nyungsep,,,,!!!!!

Adakah tak menghargai Ibu

1. Saat makan, jika makanan kurang, Ia akan memberikan makanan itu kpd anaknya dan berkata, "Cepatlah makan, ibu tdk lapar." ... 2. Wkt makan, Ia selalu menyisihkan ikan dan daging untuk anaknya dan berkata, "ibu tdk suka daging, makanlah, nak.." 3. Tengah mlm saat dia sdg menjaga anaknya yg sakit, Ia berkata, "Istirahatlah nak, ibu msh blm ngantuk.." 4. Saat anak sudah tamat sekolah, bekerja, mengirimkan uang untuk ibu. Ia berkata, "Simpanlah untuk keperluanmu nak, ibu masih punya uang." 5. Saat anak sdh sukses, menjemput ibunya utk tinggal di rumah besar, Ia lantas berkata, "Rumah tua kita sangat nyaman, ibu tidak terbiasa tggl di sana." Saat menjelang tua, ibu sakit keras, anaknya akan menangis, ttp ibu msh bs tersenyum sambil berkata, "Jangan menangis, ibu tidak apa apa." Ini adalah kebohongan terakhir yg dibuat ibu. Tidak peduli sebrp kaya kita, seberapa dewasanya kita, ibu slalu menganggap kita anak kecilnya, mengkhawatirkan diri kita tp tdk prnh membiarkan kita mengkhawatirkan dirinya. Smoga smua anak di dunia ini bs menghargai setiap kebohongan seorang ibu....karena beliaulah malaikat nyata yg dikirim TUHAN untuk menjaga kita.

UMAAK

Aku mempunyai pasangan hidup... Saat senang aku cari pasanganku Saat sedih aku cari ibu Saat sukses aku ceritakan pada pasanganku Saat gagal aku ceritakan pada ibu Saat bahagia aku peluk erat pasanganku Saat sedih aku peluk erat ibuku Saat liburan aku bawa pasanganku Saat aku sibuk anak dianter ke rumah ibu Saat sambut valentine slalu beri hadiah pada pasangan. Saat sambut hari ibu aku cuma dapat ucapkan "Selamat Hari Ibu" Selalu aku ingat pasanganku Selalu ibu yg ingat aku Setiap saat aku akan tlpon pasanganku Kalau inget aku akan tlpon ibu Selalu aku belikan hadiah untuk pasanganku Entah kapan aku akan belikan hadiah untuk ibu Saat gajian kami makan enak ke restoran mewah, saat ada sisa makanan aku ingat ibu, saat berdebat aku tak pernah mengakui ibu tapi pasangankulah paling benar walau 20thn ibu membesarkan dgn cara nya Renungkan: "Kalau kau sudah habis belajar dan berkerja... bolehkah kau kirim uang untuk ibu? Ibu tdk mnta banyak... lima puluh sebulan pun cukuplah". Berderai air mata jika kita mendengarnya........ Tapi kalau ibu sudah tiada.......... Ibu aku RINDU.......AKU RIIINDDUU... SANGAT RINDU.... Berapa bnyk yang sanggup menyuapkan ibunya.... berapa bnyk yang sanggup mengelap muntah ibunya..... berapa bnyk yang sanggup mengganti lampin ibunya..... berapa bnyk yang sanggup..... membersihkan najis ibunya....... berapa bnyk yang sanggup....... membuang ulat dan membersihkan luka kudis ibunya.... berapa bnyk yang sanggup berhenti kerja untuk menjaga ibunya.... Dan akhir sekali berapa bnyk yang sembahyang JENAZAH ibunya.....

CILAKA

Lama tak buat postingan membuat jemari ini gatel tingkat malaikat untuk menulis, ya meski komputer jadul niat tuk menulis itu masih juga ada, walau terkadang harus lupa ilmu 5w+h, tapi so menulis itu gak ada larangan bagi sesiapa juga, apalagi sekedar sharekan apa yang ada difikiran,,, Hari ini pikiran asli blank total, tak ada ide sama sekali yang nangkring diotak, mata ku kunang2 mengingat sesuatu yaitu uang. Otak uang ato otak duit udah nemplok dikepala sejak 1-H bulan ramadhan maklum saja, hidupku ini dikelilingi oleh himpitan kebutuhan yg tak tau kapan bisa dilepas, Dari pekerjaanku sih enjoy aja, aku bisa penuhi walaupun belum tentu tercukupi maklum jurnalis, pekerjaan yang stratanya luar biasa tapi tak diimbangi gaji, digempur target berita tapi kl nanya gaji malah muka masam ditunjukkan sama si bendahara, Ah sudahlah, seperti biasa siang hari nagkring dikantin mak janda yang prikitiw lengkap dengan sejuta gosip mulai dari politik, proyek, sampai dunia hitam (sampai lupa kala itu bulan puasa) Tergagas ide tuk bertanya pada rekan sekerja tapi tak sekantor, bro ngapain tak puasa, jawabannya simple "ah puasa itukan nomer 3" astafirullah, Eh benarlah, nomer 1 itu syahadat, 2 sholat, 3 puasa, 4 zakat, 5 naik haji bila mampu, hadehhhh,... Bergetar jantungku mendengar jawaban itu benar juga,... Ditimpal lagi, trus bro coba bro berandai andai jika keterangan poin 5 "bila mampu" disepakati pindah kepoin 3, berpuasa bagi yang mampu 8axaxaxaxaxaxaxax!!!!..