Jumat, 03 Agustus 2012

KEBODOHAN ATAU TAQDIR II

Balik kekisah kebodohan atau takdir, temannya teman sahabatku itu asli gak ganteng-ganteng amat sumpah cuma mirip drum oli milik pertamina yang udah dijemur 1 bulan. Kisah istri yang memintanya untuk menikah seperti kisah dijilid I wkkwkwkn,,, tentu saja tidak bisa diamini sang jurnalis itu lantaran sayang dan cinta yang pernah tumbuh kandas di padang pasir dan tertiup angin puting beliung, apalagi sang jurnalis mendengar kabar dari temennya teman dia kl sang cewek udah punya kekasih,... Cukup lama terlewat sang jurnalis kini sudah berada dikota pelajar, tah apa jak yang dia buat dan disana menurut temannya temanku dia mambuat beberapa buah lukisan dan 10 buah weker (aneh..kan beli weker sampe 5 biji) dan membawanya ke ibu kota provinsinya dan kembali kedaerah, dan sebelum sampai kekotanya dengan bis butut ia kirimkan lukisan dan weker lewat sepupu sang marketing. Sempat ditanya sama temannya teman sahabatku, "Tu buat siapa" " Buat adikku," "Adik yang mana" "Adik ketemu gede ya" "Iya.." "Trus...?" "Ya adik doank, tanpa ada yang lain,!!!" "Kok bisa?" "Ya bisa dulu aku sayang, skrg gak.. Krn kutau batasan batasan itu," Yachhh,,,, gitulah kurang lebih dialog temannya temanku itu... Back to perang grilya yang terjadi dirumah indah milik sang jurnalis yang kutau dari temannya teman kawanku itu. Kecemburuan tingkat tinggi dibalik keiklasan sang istri kembali terjadi meski hanya bersifat singgung singgungan dan sedikit banting bantingan (awas dibawah 17 tahun dilarang salah artikan ). Sang istri jurnalis terus meminta sang jurnalis untuk mengejar tu marketing, Pernah sang jurnalis curhat begini sama temannya teman kawanku kl sejujurnya ia sudah tak ada sayang tapi, kalau terus diingetin apalagi diputerin video si marketing sama istri si jurnalis ia kembali terkenang pada cinta sebelah tangan. " Aku bisa gampang jatuh cinta dan bisa gampang lupakan org" "Loh kok bisa?" " Gak ingat ya, kasus ITC 5 cewek kelahi gara2 aku " kata sijurnalis kepedean " Iya ya, padahal lokan jelek," "Jadi gmana dong" " Ya saat ini ku hanya bisa diam, melihat air mengalir," kata temennya temenku itu "Dan aku tak bisa bergrilya trus dirumah, aku masih anggap si marketing itu adikku, biarpun istriku merongrongku dengan berbagai cara,,, hadehhhhh... Bagaimana menurut pembaca, simpulkan dan artikan sendiri krn penulisnya bingung gak bisa mikir, lebih baik mikir TE HA ER.... Apalagi teman sahabat kawanku itu pernah nanya sahabatku itu takdir atau kebodohan!????

Tidak ada komentar:

Posting Komentar