Selasa, 07 Agustus 2012

DUA LINTING GANJA

Astafirullah, bulan ramadhan temanku justru membuat aku mebuat ide tentang artikel seperti selinting ganja, awalnya ku berfikir spontan tentang tanaman yang banyak ditemui di aceh itu, tanaman yang bisa melambungkan pemakainya kedunia penuh senyum, kedunia yang penuh makna pada saat sipamakai menggunakannya, tanaman dengan hitungan ganjil disetiap tangkainya, tanaman yang memiliki gigi gergajo disetiap helainya,/// Setelah mendengar semua keluh kesah yang ada padanya aku dipaksa untuk membuat kesimpulan yang belum tentu benar, dan bisa saja salah karena ini persoalan hati,.// Oya temanku itu adalah orang yang kuceritakan dulu pada artikel kebodohan atau taqdir I dan II, ku punya kesempatan untuk bertemu dengannya dan kuketahui dia bernama "NN", pertemuannya membuat aku sendiri bingung ternyata dia sendiri cukup dekat denganku secara emosi karena apa karena boleh dibilang temanku NN memiliki porsi dan pemikiran yang sama, dimana aku dan NN tidak bisa terganggu sedikit fikiran pada saat bicara atau bekerja, yachh,,, kita berdua mungkin adalah pemikir yang kuat (hehehe) tapi juga memiliki mental yang lemah. Menurut NN saat bertemu dengan ku di salah satu mall di pontianak, dia seperti sedang menghisap selinting ganja yang diberikan oleh teman dekatnya, atau boleh juga dibilang diberikan madu, atau apalah namanya. Apa yang diberikan itu memang manis tapi sampai berapa lama ia bertahan, dan sama saja menurutnya ganja yang diberikan itu memang asik, tapi sampai berapa lama, atau dia sendiri bingung yang diberikan itu madu ataukah racun. "Intinya saya diijinkan untuk mengaliri dan menjalani benda yang aku tak tahu madu atau racun, jujur jika kuturuti emosi hati benda itu madu, manis indah dan akan dikerubungi semut semut jantan". Ungkap NN. "Tapi masalahnya, sampaikapan madu itu bisa dinikmati, atau sejauh mana madu itu bisa bersama aku dengan kondisi yang seperti ini," kt NN "Maczud lohhhhhh," kataku lebai. " Gini bro, madu itu disodorkan orang yang sangat dekat denganku..., lantas mungkinkah aku harus menolak, dan kalau aku tolakpun aku masih mencari selinting ganja itu,..." Katanya berkias. Kalimat kiasan itu sudah dapat kupahami, apalagi setelah NN bercerita panjang kali lebar. Gini bro, ganja itu adalah ganja terindah terindah yang sudah 3 kali aku lihat (bukan 1 kali ) dan sungguh ganja itu bagiku sangat berharga, tapi bukankah aku sudah punya selinting ganja yang sudah bisa membuat aku terbang. " Jadi maksudmu kamu perlu 2 ganja layaknya sayap supaya kamu bisa terbang tinggi " kataku menyela. Kamu salah ujar NN, ganja bagiku tetap ganja, salahkah jika aku ingin memiliki 2 gitar indah? " NN,,,!!! Maaf kamu ssalah besar jangan samakan gitar dengan ganja, krn ganja itu racun..tapi racun yang bisa membuat hatimu bahagia,!!!" "Maaf"...........!!! Terusn,,,,,!!! ganja itu dimana mana sama, tapi tidak tau kenapa aku suka ganja yang disodorkan itu, jujur aku tak bisa menolak, tapi hatiku berteriak, aku takut kehilangan ganja yang sudah kumiliki saat ini, " Akh,,, pikiran lo gimana, lo mau ganja lama, atau ganja baru yang disodorin itu," sergah ku agak emosi. "Gini bro aku mau ganja itu tapi aku belum tau "rasanya" ganja itu, bisakah?? ganja itu "sama" dengan ganjaku saat ini." Katanya keras. Aku terdiam dan mengajaknya bergeser kehotel kapuas palace tempat ku menginap kala itu, berdua dengannya cukup membuat ku menghapus kesendirian di kota khatulistiwa. " Bro biasanya kalau dikota ini kamu ditemani para sohib mu kenapa sekarang tidak " katanya menyentakkan aku yang sedang memandang sayu kolam buatan tangan yang cukup apik. " Aku lagi malas saja, lagipun ku ada site job yang harus kuselesaikan tanpa mereka, jobnya sih lumayan, tapi kita liat saja nanti." Kataku, lantas bagaimana sambungam cerita "ganja tadi"??? Bro, kamu tahulan ganja itu racun? Ya, trus? Tapi ganja itu sangat asik dan membahagiakan jika dipakai dengan teratur dan jika tak teratur maka hancurlah "tubuh"mu. "Aku faham itu, nyaris sama seperti obat kok," kataku. " Nah itu dia... Ganja yang sudah kupunya itu adalah penguat dan obat bagiku karena pemakaian dan dosis yang teratur, namun ganja kedua ini aku belum tau pasti, apakah ganja ini adalah ganja penghancur atau justru menjadi penguat bagiku,"" inilah masalahnya.,... Aku diam!!! Kalimat itu membuat aku teringat sesuatu!!! Teringan pada kasus sabatku sebut saja "A*I", kehidupannya hancur lantaran dia tak mampu mengkontrol 2 linting ganja kering dan kehancuran itu persis baru 1 bulan ia rasakan setelah ia "nikmati" ganja baru yang diperkenaalkan oleh temannya pula..... "Bro kamu pasti mikirin si A*I kan? Dia beda dari ganja A*I jauhhhhh,,, tlg jangan samakan..." It's oke, what you thinking about my ...? Kataku. :ahaahahah,,, bukannya kita punya gaya dan pemikiran hampir sama walau kadang bertentangan???? Kalau aku diposisi mu, aku akan diam tapi tak menghindar, dan akan lari jika dikejar,,, ucapku sambil masih memelototi kolam tanpa ikan. "Maksudmu...? Bro,,, kita tak tau takdir kita, danb kita tak tau kebodohan apa yang akan kita lakukan, atau kita juga tidak tau, apakah nanti takdir akan menjadi kutukan, yang jelas dari semua yang kamu paparkan GANJA ITu MEmANG INDAH, tapi GANJA iTU RACUN yang bisa membuat kamu tersenyum tapi juga bisa membuat kamu menderita? "Jadi kesimpulannya adalah jalani saja kalau itu taqdir dan segera pergi jika itu bukan taqdirmu," katta ku. Tapi, ini bukan pilihan bro....! itu bener, tidak ada pilihan untuk ganja yang indah itu, tapi cukup jalani saja oke??? "Berat bro.." "Apa yang berat " " Sebab aku tak mau kehilangan ganja yang kumiliki saat ini," Lho bukannya ganja pertama yang menyodorkan padamu, ?? "Ia ganja itu disodorkan karena keinginannya untuk membuat aku tersenyum, tapi bagai mana nanti perasaan ganja itu..."? "Bukannya dia iklas," tanyaku " Secara lahiriah iya tapi dihati siapa yang tau???" Lagi lagi aku diam!!! Jam sudah menunjukkan pukul 4 sore, aku sudah mulai gelisah untuk segera bertemu dengan seorang rocker disintang sana hehehe. " bro help my lah, ganja itu sekarang ada dihotel ini, tapi jangankan batang hidungnya, kelingkingnyapun aku tak pernah melihat, komunikasiku hanya blackberry massanger dan itupun hanya 3 jam sekali," kata NN Whattttttt....!!!!! Are you crazy, kataku. "ya buat apa ku bohong, aku memang disodorkan ganja, oleh ganjaku, tapi au tak tau apakah ganja itu mau "kuhisap" Lantas apa kesimpulan mu"? Tanyanya padaku... Meski bulan puasa dan aku muslim berat beban temanku itu membuat aku pusing juga, asap rokok yang mengepul seakan menjadi saksi tuhan bahwa aku tidak puasa. " Kembali ke kesimpulan awal, jangan lari jika dikejar, jangan menjauh ketika dihampiri," kataku sembari meninggalkannya ditepi kolam yang tak berikan itu,,................ End

Tidak ada komentar:

Posting Komentar