web ini merupakan wadahku bercerita tentang apa adanya, tentang isi dunia, tentang segala problematika yang ada, ini dunia yang kadang bisa nyata dan terkadang fatamorgana
Jumat, 03 Agustus 2012
KEBODOHAN ATAU TAQDIR I
Mencoba menekan tuts tuts kecil dihape yang tertera tulisan huruf
huruf kecil, tah harus dimulai dari mana, soalnya hari ini lagi blank,
jangankan naskah, ngomong aja susah tapi bukan sariawan.
Emm gini aja kucoba buat tulisan yang dibilang penting tapi gak
penting, dibilang pengalaman pribadi gak juga, tapi bahan ini didapat
dari cerita temannya teman teman ku, hadohh ribet.
Dimulai dari perjalanan tugasnya disalah satu kota kecil selama lebih
kurang 6 hari, dia boleh dibilang cakap soal loby meloby dan piawai
soal menggaet klien (kata temennya temanku).
Untuk sekedar share dia sendiri punya keluarga yang boleh dibilang
sedikit mapan secara ekonomi, gak kaya, gak miskin kalau pemerintah
mengistilahkan garis kemiskinan mungkin dia ada ditengah tengah garis
itu, lantas punya keluarga dengan istri yang boleh dibilang cantik
walaupun temen dari temennya bilang istrinya cantik banget.
Kembali keperjalanan tugasnya, ia disiapkan sebuah kamar hotel karna
maklum acara yang diikuti sang jurnalis itu acara kenegaraan hingga
seluruh hotel dikota itu sudah disesaki para calon pengunjung.
Menurutnya sih, ketika hendak cek in hotel dia bertemu dengan salah
satu pejabat setingkat kasubag kabupaten lain yang sedang kasak kusuk
cari kamar kosong, krn penuh sang pejabat itu terduduk lesu di
pelataran sebuah hotel.
"Napa bos, gak dapat kamar ya."
"Iya yan, kamu nginap dimana"
"Hotel ini lah"
"Lho kok dapat,?"
" Saya dah reservasi seminggu sebelum kegiatan, trus semua hotel
disini penuh pak"
" Gini mau bantu saya gak, saya ganti biaya kamu cek in, toh yang
bayar hotel pasti bukan kamu to"
Setelah berfikir panjang sang jurnalis mengiyakan dan langsung
menyambar 8 lembaran uang seratusan ribu sebagai ganti cek in
"Lumayan dapat buat jatah kenakalan" kerikiknya dalam hati
Kota itu bagi sang jurnalis bukan lagi kota asing, sebab menurut
pengakuan sijurnalis dari temannya temanku ia dulu pernah makan bangku
sekolah disekolah menengah atas disitu, bahkan pernah punya cewek
disana sebelum tapi wes meninggal. Itu katanya.
Relasinya yang cukup banyak dikota itu membuat ia tak sulit mencari
tempat menginap namun disitulah
Kebodohan atau takdir itu bermula.
Sebuah studio milik sahabat sijurnalis dipilih untuk tempat menginap
tapi dasar sijurnalis punya naluri baik hati uang pemberian sipejabat
diberikan pada istri sang studio " bro ni uang rejeki, anggap aja buat
beli sayur atau apa kek soalnya aku nginap tempat kamu," dan tuntas
sudah kisah uang 800 ribu.
Dibalik studio ternyata ada persoalan managament yang cukup pelik
sehingga sipemilik studio meminta si jurnalis membantu menangani
secara singkat, maklum dulunya sijurnalis punya basic ilmu yang sama
dengan pemilik studio.
Masalahnya adalah marketing yang ditangani radio ditangani cewek gokil
yang suka cengengesan menghadapi klien,
" Tolong ana bro, kalau gini kacau managamen gue"
" Masalahnya...?"
" Managamentku ditangani cewek yang ku akui kucomot tanpa melihat
bidang ilmunya dia, kuambil dia karena dia jujur,..dan masalahnya pola
pikir dia masih nyantai menghadapi kilen, akibatnya bisa remuk
perusahaan gue"
Kurang lebih gitulah dialog yang diceritakan temannya teman kawanku itu.
Selang beberapa waktu sang jurnalis dikenalkan dengan si marketing
yang mengatur sistem managament perusahaan, weeww cantik memang tapi
setelah diinterview melalui penjajakan makan siang terbongkar memang
si bos asal comot, tapi kejujuran membuat hati sibos luluh seperti ubi
rebus,
Bagi si jurnalis menurut temannya teman kawanku mengajari sicewek ilmu
marketing ternyata gampang terbukti 3 hari bersamanya si cewek
terlihat perubahan cukup baik, berbagai invest bisa masuk, (menurut si
bos). Bahkan pola kerja juga berubah, ...hmm hebat juga temanku satu
itu cepat mentransfer ilmu jadi kepengen juga wkwkwk.
Keburukan mulai terjadi saat transfer ilmu berubah menjadi cinta
(akai..) Bahkan menurut temannya temanku si jurnalis itu pernah nembak
tapi telak telak ditolak oleh sang marketing, alhasil bertepuk sebelah
tangan.
Mungkin karna ditolak sang jurnalis lalu pergi dan menghilang yang
tertinggal hanya chat demi chat dengan sang marketing, sepertinya
upaya saja tapi tetap ditolak hingga akhirnya keluar chat menyerah
yang bunyinya.
"Sudahlah cukup kita bersaudara saja,walaupun aku menyayangi kamu,
tapi rasa itu sudah kubunuh seperti jentik jentikn" hahahaha,
ku tak sangka temannya temanku itu alay juga padahal dia punya umur kepala 3.
Pernah temannya temanku itu katakan pada temanku kl dia ingin ketemu
sama si marketing krn ada fee yang nyangkut direkeningnya si
marketing, tapi lantaran malu cinta ditolak fee itu tak berani
diambil. (Kalau aku fikir sih bukan krn malu, tapi karna angkanya
kecil gak sesuai sama ongkos kesana hahaha)
Celakanya pada saat bersama si marketing si jurnalis mengambil gambar
si marketing diam diam melalui kamera butut miliknya dan membuat
sebuah klip serta diupload kesebuah situs ternama, alhasil istri sang
jurnalis membuka video itu dan pengembaaran bermula, sang istri mulai
mencari detail sosok si marketing, hingga ditemukan melalui jejak di
email.
Meski tidak ada hubungan, tetap saja perang grilya dirumah mulai terjadi.
" Kalau kau sayang dia silahkan nikahkan dia." Kata istri temannya
temanku itu, adohhhhh,,,, capek nulis ni,, bersambung akh......
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar