Kamis, 02 Agustus 2012

kampungku jadi medern edan

Signal mungkin adalah salah satu kunci sebuah teknologi, terbukti kampungku yang dulunya hanya mengenal radio dengan siaran2 malaysia kini sudah bisa melek tipi, kampungku yang dulu hanya mengennal ssb radio sebagai sarana komunikasi ke kecamatan sekarang sudah kenal handphone (BB pulak tu). Disudut gertak (jembatan disepanjang kampung) sekelompok pemuda yang dulunya kukenal sebagai remaja masjid kini sibuk dengan hape blacksenter bersms dan bertelpon ria dengan sang kekasih yang jadi TKI, dan dipojok lain tepat dihalaman rumah aji dolah seorang wanita tersenyum sendiri sambil memelototi BB gemini yang dibeli second dari koko asiong. Suasana ini jelas jauh berubah, gemuruh jembatan warga menuju masjid jelang shalat isya kini benar2 senyap. Yang tertinggal justru suara azan yang tenggelam oleh suara gitar anak2 nongkrong menyanyikan lagu sang legendaris OMA IRAMA . "Deru perubahan, penggema menggelora, sebagai tuntutan dan kehidupan..jreng..jrenbg..." Kurang lebih begitulah petikan lagunya. Ooo Nox (panggilan) bila lo dateng? Kata seseorang memanggilku diantara kumpulan pemuda lg asik ngumpul, hmmm,,, kl dulu ku disabut dengan kalimat ooo no bila kula'k datang, ngandau boh, kita ngancur gula kupi baru bkisah,.. Kondisi kini jauh beda (itu baru dari cara memanggil yg sudah terkontaminasi sinetron2 ditipi), Ooo nox gabung ma kita2" kata mereka Maaf mas bro bukannya kagak ngehargai loe dateng tapi lagi nanggung ni.. (Sambil nyekak botol bir buatan malaysia, maklum kampung deket sama malaysia) Duduk santai mengikuti kisah (ampor) terkuaklah sebuah sejarah bahwa kampung itu beubah sejak warganya berkenalan dengan TILIS (tiang listrik) ataupun sudah kena si jack (tambang emas murah meriah dengan hasil wah tapi berdampak wah pula) Kalimat pembuka kata yg dulunya, apakabar nuan ju kini sudah berubah jadi " lo mau pake es ato langsung tegak botol," ( asrafirullah,walaupun sebenarnya suka juga. Dulu saat berkumpul sama teman teman dikampung kita selalu bercanda tentang wanita muslimah yang kita temui saat kita bertemu usai taraweh, tapi sekarang saat berkumpul ceritanya malah soal vi'ar atau hostes yang nangkring dikaraoke atau pub dijakarta, aduh kukira dunia memang sudah terjungkir. Tak adalagi bahasa akai dai, saat saat terinjak malah sudah berubah menjadi aduh sakit banget,,, teman2 kampung yang dulunya culun dengan kopiah kumal sekarang sudah berganti dengan jeans dan baju ketat nyaris KW. Sebuah pemikiran singkatku berkesimpulan, ini akibat ulah teknologi yang tidak siap diterima dikampungku. Alhasil masjid yang dulunya FULL SAP kini tinggal 2 baris itupun diisi orang2 jompo, sementara anak-anak muda sibuk berdandan ala kota dan para wanita sibuk bermain perasaan seperti sinetron yan tak jelas kapan tamatnya, yang jelas dunia akan tamat dalam waktu dekat. Sory bro " kataku , lo tau gak kapan hari kiamat... Tau man... (sambil memetal-metalkan jari) Kiamat itu bakal terjadi 2013 gue lihat di yutub, tapi loe tenang aja, panitianyakan kita kita juga nyantai cing piss, katanya mabok dan langsung nyungsep,,,,!!!!!

1 komentar:

  1. Tulisan yang bagus, boleh minta kontaknya mas?? saya mau ada perlu sama mas, kirim kontaknya mas yah ke email saya miftahulfathony@gmail.com, terimaksih, di tunggu yah mas

    BalasHapus